blog

Sumenep, 12 Oktober 2026 - Pimpinan Cabang (PC) IPNU dan IPPNU Kabupaten Sumenep resmi membuka Santri Eduverse 2026 yang dirangkai dengan Deklarasi Gerakan PELITA (Pelajar Lindungi dan Tolak Perundungan serta Pelecehan) di halaman MTsN 1 Sumenep, Sabtu (10/10). Kegiatan bertema “Santri; Cahaya Peradaban, Menata Masa Depan” tersebut diikuti civitas akademika MTsN 1 Sumenep dan menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Santri Nasional 2026.

Ketua PC IPNU Sumenep, Moh. Ainul Yaqin, menyampaikan lima agenda utama yang menjadi pilar kegiatan, yakni Deklarasi Gerakan PELITA, Santri Care Action, Makesta 1000 Santri, Madrasah Multimedia, dan Santri Future Forum. Menurutnya, rangkaian tersebut diarahkan untuk membentuk santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Perwakilan Kemenag Sumenep, Nurul Hidayat, mengapresiasi kolaborasi tersebut dan mengingatkan pentingnya tiga landasan bagi santri, yakni Islam sebagai tuntunan syariat, iman sebagai fondasi akidah, dan ihsan sebagai puncak akhlak. Sementara itu, Ketua PCNU Sumenep, MD. Widadi Rohim, berpesan agar peringatan Hari Santri tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum memperkuat nilai keislaman, meningkatkan semangat keilmuan, serta memperluas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen Gerakan PELITA oleh Ketua PCNU Sumenep, perwakilan Kemenag, Kepala MTsN 1 Sumenep, perwakilan IPNU-IPPNU, serta siswa-siswi MTsN 1 Sumenep. Kegiatan kemudian ditutup dengan panggung apresiasi yang menampilkan kreativitas pelajar. Gerakan tersebut diharapkan mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan bebas dari perundungan serta pelecehan sekaligus melahirkan generasi santri yang berilmu, berakhlak, berpikiran terbuka, dan siap menjadi cahaya peradaban.

Kontributor: Wahidah Nurqadri Hidayati