blog

Kab. Sumenep (Humas) – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep berkolaborasi dengan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep meluncurkan program Madrasah Aman Bencana (MABANA) sekaligus menggelar simulasi penanggulangan bencana di Gedung Workshop MAN Sumenep, Jumat (09/10). Kegiatan ini dihadiri Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Edy Hariyanto yang mewakili Kepala Kemenag Sumenep Abdul Wasid, Ketua Pokjawas, Kepala BPBD, Ketua PCNU, Ketua PC LPBI NU, Kepala MAN Sumenep Mukhsim, serta 100 siswa MAN Sumenep. Dalam sambutannya, Edy Hariyanto menyampaikan dua hal penting dalam mewujudkan madrasah aman bencana, yakni peningkatan sarana dan prasarana pendukung keselamatan serta peningkatan kompetensi dan manajemen penanggulangan bencana. Menurutnya, madrasah perlu memiliki fasilitas keselamatan yang memadai sekaligus membekali warga madrasah dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi situasi darurat. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar MABANA oleh Kepala MAN Sumenep Mukhsim yang diikuti seluruh peserta sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun budaya sadar bencana.

Setelah prosesi launching dan pembacaan ikrar, kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan berupa simulasi penanggulangan bencana yang dipandu BPBD Kabupaten Sumenep. Melalui simulasi ini, para siswa diharapkan mampu memahami langkah-langkah penyelamatan diri, bertindak cepat dan tepat, serta tidak panik ketika menghadapi kondisi darurat. Kepala Kemenag Sumenep Abdul Wasid menyampaikan apresiasi kepada LPBI NU, BPBD, MAN Sumenep, dan seluruh pihak yang telah bersinergi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap program MABANA tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan untuk membangun madrasah yang tangguh, aman, dan peduli terhadap keselamatan seluruh warganya. “Keselamatan peserta didik dan seluruh warga madrasah harus menjadi prioritas. Melalui edukasi dan simulasi yang berkelanjutan, kita ingin membentuk generasi yang tanggap, terampil, dan siap menghadapi bencana,” pesannya.(Ss)