Kab. Sumenep (Humas)—Luasnya wilayah Kabupaten Sumenep yang membentang hingga 126 pulau dan terbatasnya jumlah pengawas PAIS tidak menjadi penghalang bagi Kementerian Agama Kabupaten Sumenep untuk menghadirkan pelayanan pendidikan yang berdampak. Melalui Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS), transformasi digital terus dioptimalkan untuk memperluas jangkauan pendampingan, mempercepat koordinasi, serta memastikan pengawas tetap hadir di wilayah binaan, baik secara luring maupun daring. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Zona Integritas dalam menghadirkan layanan yang efektif, mudah, terukur, dan memberi manfaat nyata bagi satuan pendidikan. Hal tersebut disampaikan oleh Kasi PAIS Kemenag Sumenep, Ahmad Said Samsuri dalam acara Rakor Pengawas PAIS Kamis (01/09) di Room Meeting Kemenag.
Kepala Kantor Kementerian Agama Abdul wasid menyampaikan apresiasi kepada seluruh Pengawas PAIS dan berharap seluruh pengawas mampu memanfaatkan teknologi secara maksimal tanpa mengurangi kualitas kehadiran dan pendampingan di lapangan. “Kondisi geografis dan keterbatasan jumlah pengawas harus kita jawab dengan inovasi. Pengawas harus tetap hadir, rutin melakukan pendampingan, mengoptimalkan layanan daring maupun luring, serta mengisi SKILL secara maksimal sebagai bukti kehadiran dan kinerja,” ujarnya. Menurutnya, pemanfaatan teknologi bukan sekadar tuntutan administrasi, tetapi menjadi instrumen untuk memastikan setiap guru dan satuan pendidikan memperoleh pendampingan yang berkelanjutan sehingga pelayanan PAIS benar-benar berdampak.(Ss)