Kab. Sumenep (Humas) – Memperkuat komitmen Zona Integritas (ZI) melalui pengawasan digital yang profesional, transparan, dan berdampak, seluruh pengawas madrasah dari berbagai jenjang di Kabupaten Sumenep menandatangani Kartu Amanah Pendampingan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui MAGIS (Madrasah Digital Supervision), Senin (28/09), di Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep. Kegiatan yang disaksikan Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, didampingi Kasubbag TU Muh. Rifa’I Hasyim, Kasi Pendidikan Madrasah Edy Hariyanto ini menjadi langkah nyata digitalisasi pengawasan dan pendampingan madrasah bagi pengawas, kepala madrasah, dan guru. Kasi Pendma Edy Hariyanto berharap, MAGIS menjadi instrumen penguatan tata kelola pengawasan yang akuntabel, efektif, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong seluruh pengawas menjalankan amanah pendampingan secara profesional, humanis, reflektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Ia juga menyampaikan terima kasih atas komitmen dan partisipasi seluruh pengawas dalam menyukseskan kegiatan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun budaya kerja berintegritas.
Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, memberikan apresiasi atas kesungguhan seluruh pengawas madrasah yang telah meneguhkan komitmen melalui Kartu Amanah KBC. Menurutnya, inovasi MAGIS sejalan dengan semangat Zona Integritas, karena digitalisasi bukan sekadar perubahan cara kerja, tetapi juga upaya menghadirkan pengawasan yang transparan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Zona Integritas harus hadir dalam setiap lini pelayanan dan pelaksanaan tugas, termasuk pendampingan madrasah. Melalui MAGIS, kita ingin membangun budaya kerja yang bersih, profesional, dan memberikan manfaat nyata. Pengawas harus menjadi penggerak perubahan, memastikan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi benar-benar dirasakan dampaknya oleh guru dan peserta didik,” tegas Abdul Wasid. Ia berharap, sinergi pengawas, kepala madrasah, dan guru semakin kuat dalam mewujudkan madrasah berintegritas, berkualitas, dan berorientasi pada layanan berdampak.(Ss)