Sumenep, 3 Agustus 2026 - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), LAZISNU, LAZIS Al-Amien, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), dan Lembaga Manajemen Infaq (LMI) menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (BRTLH). Program kolaboratif tersebut dilaksanakan di Desa Beluk Raja, Kecamatan Ambunten, dengan prosesi peletakan batu pertama pada Senin (3/8/2026).
Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, didampingi jajaran pimpinan Kemenag Sumenep. Turut hadir Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ambunten, Kepala Desa Beluk Raja, serta perwakilan dari seluruh lembaga zakat yang menjadi mitra dalam pelaksanaan program tersebut.
Dalam sambutannya, Abdul Wasid menyampaikan bahwa program BRTLH merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan lembaga filantropi Islam dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat yang langsung dirasakan oleh masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam mewujudkan hunian yang lebih layak.
"Program ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan menghadirkan kepedulian kepada sesama. Kami berharap sinergi yang terjalin antara Kemenag, BAZNAS, LAZISNU, LAZIS Al-Amien, BMH, dan LMI terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya," ujar Abdul Wasid.
Melalui program BRTLH ini, Kemenag Kabupaten Sumenep bersama para mitra berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program kemanusiaan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Diharapkan, rumah yang dibangun dapat menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan layak huni sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat.