Kab. Sumenep (Inmas) Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Latee Guluk-Guluk, Prof. Dr. KH. Abd. A'la Basyir, M.A., mengumandangkan Deklarasi Pesantren Ramah Anak pada Sabtu (13/06) di PP Annuqayah Latee. Deklarasi tersebut diikuti oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep Abdul Wasid, Kapolres Sumenep, Ketua HIMPSI, Ketua RMI PCNU, Kepala BNN Kabupaten Sumenep, serta para pengasuh pondok pesantren ` se-Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, inklusif, serta menjunjung tinggi hak-hak anak. Dalam sambutannya, Prof. Abd. A'la mengungkapkan bahwa berdasarkan berbagai temuan dan persepsi di kalangan generasi muda, lebih dari 50 persen anak-anak masih merasa takut masuk pesantren karena adanya citra negatif terkait kekerasan, sementara sekitar 61 persen lainnya enggan mondok karena khawatir terhadap perundungan, kekerasan, maupun pelecehan. Padahal, menurutnya, kondisi tersebut sangat bertentangan dengan visi dan misi pesantren yang sejatinya menjadi tempat pembinaan akhlak, kasih sayang, dan pengembangan karakter mulia.
Lebih lanjut, Prof. Abd. A'la menjelaskan bahwa pesantren harus menjadi kawah candradimuka yang melahirkan Sembilan Profil Santri Indonesia, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, memiliki semangat gotong royong, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Ia berpesan kepada seluruh peserta yang hadir agar deklarasi yang telah dibacakan tidak berhenti sebagai simbol dan seremoni belaka, melainkan diwujudkan dalam pola pengasuhan, sistem pendidikan, dan budaya pesantren sehari-hari. “Mari kita hadirkan pesantren sebagai rumah kedua yang aman dan membahagiakan bagi santri. Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan, perundungan, maupun pelecehan. Pesantren harus menjadi tempat tumbuhnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter kuat untuk masa depan bangsa,” tegasnya. Dengan deklarasi tersebut, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pesantren semakin meningkat dan mampu menarik lebih banyak generasi muda untuk menimba ilmu di lingkungan pesantren yang ramah anak.(Ss)
Top of Form