Saronggi, 12 Agustus 2026 - Mensyukuri nikmat Allah SWT merupakan kewajiban sekaligus wujud keimanan. Rasa syukur diwujudkan dengan mengakui seluruh nikmat yang diberikan Allah SWT serta memanfaatkannya sesuai dengan ajaran Islam. Hal tersebut disampaikan Muizah, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Saronggi, saat memberikan bimbingan kepada kelompok binaannya di Majelis Melati, Desa Aengtong-tong, Rabu (12/8).
Muizah menjelaskan, bersyukur berarti menyadari dan meyakini sepenuhnya bahwa setiap nikmat, baik kecil maupun besar, berasal dari Allah SWT. Sikap tersebut akan menumbuhkan rasa cukup dalam hati sekaligus menjauhkan seseorang dari rasa iri terhadap nikmat yang dimiliki orang lain.
“Senantiasa memuji Allah SWT dengan mengucapkan alhamdulillah dan memperbanyak zikir, serta menggunakan nikmat tubuh, kesehatan, harta, dan ilmu untuk taat beribadah, bersedekah, dan berbuat kebaikan kepada sesama,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung khidmat. Para jamaah menyimak pesan yang disampaikan dengan penuh perhatian dan diajak menjadikan rasa syukur sebagai kebiasaan dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari, baik melalui ucapan, hati, maupun perbuatan.
Kontributor: Abdul Adim