Sumenep, 31 Juli 2026 - Suasana hangat mewarnai gerbang MAN Sumenep setiap pagi. Jajaran guru dan tenaga kependidikan berdiri menyambut kedatangan murid melalui budaya 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan, dan Santun), Jumat (31/7). Pembiasaan ini menjadi bagian dari upaya madrasah membangun karakter peserta didik sejak awal memasuki lingkungan sekolah.
Sejak pukul 06.00 WIB, para murid disambut dengan senyum, sapaan ramah, dan tradisi salim kepada guru. Interaksi sederhana tersebut menciptakan suasana yang nyaman sekaligus mempererat hubungan antara guru dan murid. Selain menumbuhkan semangat belajar, budaya 5S juga menjadi media penanaman nilai-nilai keislaman, kesopanan, dan saling menghormati.
Kepala MAN Sumenep, Zaini Mukhsin, menegaskan bahwa pembentukan karakter merupakan fondasi penting dalam pendidikan. Menurutnya, kecerdasan akademik harus berjalan beriringan dengan akhlak mulia. "Melalui budaya 5S, kami ingin setiap murid merasa dihargai, diterima, dan disayangi sejak memasuki madrasah. Senyuman dan sapaan sederhana menjadi energi positif untuk memulai proses belajar," ujarnya.
Budaya 5S akan terus dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di MAN Sumenep. Melalui lingkungan belajar yang ramah, religius, dan penuh kepedulian, madrasah berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga berakhlakul karimah dan siap berkontribusi di tengah masyarakat.
Kontributor: Heri