blog

Kab. Sumenep (Inmas)  Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Ny. Barratul Aini Wasid bersama Tim Bunda MODIS DWP Kemenag  terus berpacu menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada peserta didik melalui kegiatan Masa Ta'aruf Madrasah (MATAMUDA). Bertempat di RA At-Taqwa pada hari Jum’at (17/07),  binaan DWP Kemenag Sumenep, penguatan karakter dikemas secara edukatif dan menyenangkan melalui permainan (game) interaktif "Pohon Karakter Moderasi Beragama Berbasis Panca Cinta" dengan mengusung tema "Cinta Menyatukan, Moderasi Menguatkan." Melalui metode tersebut, peserta didik dirangsang memahami enam nilai utama, yakni nilai religius, intelektual, ekologis, personal, sosial, dan kebangsaan sebagai bekal membangun karakter moderat sejak usia dini. Dalam kesempatan itu, Ny. Barratul Aini Wasid mengajak seluruh peserta didik agar tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga membiasakan diri mempraktikkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. "Anak-anak hebat adalah mereka yang mampu menunjukkan sikap saling menghargai, mencintai sesama, menjaga lingkungan, berakhlak mulia, dan bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Mari kita jadikan nilai-nilai Panca Cinta sebagai kebiasaan dalam setiap langkah kehidupan," pesannya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, memberikan apresiasi tinggi kepada Tim Bunda MODIS DWP Kemenag Sumenep yang terdiri atas para pengurus DWP dan pengawas madrasah atas dedikasi mereka yang luar biasa  dalam menguatkan moderasi beragama di madrasah. Menurutnya, semangat para pengawas madrasah yang tetap meluangkan waktu mendampingi kegiatan MATAMUDA di tengah padatnya tugas kepengawasan merupakan teladan nyata pengabdian bagi dunia pendidikan. "Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Tim Bunda MODIS yang terus bergerak tanpa lelah menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada generasi penerus. Semangat yang tetap berkobar meski di tengah padatnya pekerjaan menunjukkan komitmen luar biasa dalam mewujudkan madrasah yang melahirkan peserta didik berkarakter, toleran, cinta tanah air, serta mampu menjadi agen kerukunan di masa depan," ungkap Abdul Wasid. Dengan pendekatan yang kreatif, menyenangkan, dan menyentuh dunia anak, program Bunda MODIS diharapkan terus menjadi inspirasi dalam memperkuat pendidikan karakter di lingkungan madrasah.(Ss)