Sumenep, 7 Agustus 2026 – Pemandangan berbeda tampak setiap pagi di gerbang Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep. Sebelum memasuki lingkungan madrasah, para murid terlebih dahulu bersungkem dan mencium tangan (salim) orang tua yang mengantar mereka. Tradisi tersebut menjadi bagian dari budaya madrasah dalam menanamkan adab sebagai fondasi utama sebelum menuntut ilmu.
Kepala MAN Sumenep, Zaini Mukhsin, mengatakan kebiasaan itu merupakan implementasi nilai pendidikan Islam yang menempatkan adab di atas ilmu. Menurutnya, peserta didik perlu membangun rasa hormat dan bakti kepada orang tua sebagai bekal untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat. "Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan menghormati orang tua serta guru," ujarnya.
Budaya sungkem di gerbang madrasah juga mendapat respons positif dari para orang tua. Mereka mengaku merasakan perubahan sikap anak menjadi lebih santun, menghargai keluarga, dan lebih disiplin. Hal serupa juga dirasakan para guru yang melihat meningkatnya kesopanan, kepedulian, dan kedisiplinan siswa selama proses pembelajaran.
Di tengah arus modernisasi, MAN Sumenep berkomitmen mempertahankan kultur adab sebagai identitas pendidikan berbasis karakter Islam. Melalui kebiasaan sederhana di pintu gerbang, madrasah menegaskan bahwa keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh doa, restu orang tua, dan akhlak yang baik sebagai landasan meraih masa depan.
Kontributor: Heri