blog

Sumenep, 4 Agustus 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kota Sumenep memperkuat sinergi dengan Polsek Kota Sumenep untuk mengoptimalkan deteksi dini dan pencegahan potensi konflik bernuansa keagamaan melalui implementasi Early Warning System (EWS), Selasa (4/8). Kolaborasi tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan, kerukunan, dan keharmonisan masyarakat.

Kepala KUA Kecamatan Kota Sumenep, Marwan, mengatakan sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mencegah konflik sejak dini. Menurutnya, komunikasi yang baik antara KUA dan kepolisian akan memudahkan identifikasi setiap potensi persoalan sehingga dapat diselesaikan secara persuasif sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Faishal Rimzani, alumnus Bimtek Sekolah Penyuluh Penghulu Aktor Resolusi Konflik 2025, menegaskan bahwa menjaga kerukunan umat beragama memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. "Kerukunan tidak bisa dijaga oleh satu instansi saja. Diperlukan sinergi antara KUA, kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah agar potensi konflik dapat dicegah sejak awal," ujarnya.

Kapolsek Kota Sumenep, AKP Maliyanto Effendi, menyambut baik kerja sama tersebut dan menyatakan siap memperkuat koordinasi bersama KUA dalam menjaga kondusivitas wilayah. Kedua instansi berharap implementasi EWS mampu meningkatkan efektivitas deteksi dini dan penyelesaian berbagai persoalan sosial maupun keagamaan secara cepat dan damai.