blog

Kab. Sumenep (Humas) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menggelar rapat rutin unsur pimpinan dalam rangka memantapkan persiapan menghadapi tes wawancara Tim Penilai Nasional (TPN) Zona Integritas (ZI), Selasa (04/08), di Room Meeting Kemenag Sumenep. Rapat yang dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, diikuti Kasubbag Tata Usaha selaku Ketua Tim ZI Muh. Rifa'i Hasyim serta seluruh kepala seksi. Pertemuan tersebut membahas penguatan kesiapan seluruh unit kerja, penyamaan persepsi, pemantapan eviden, hingga strategi penyampaian inovasi dan implementasi enam area perubahan Zona Integritas agar seluruh tim mampu memberikan penjelasan yang komprehensif, terukur, dan selaras dengan kondisi riil di lapangan saat proses wawancara oleh Tim Penilai Nasional. Dalam penyampaianya, Muh. Rifa'i Hasyim menegaskan bahwa keberhasilan wawancara sangat ditentukan oleh pemahaman seluruh tim terhadap pembangunan Zona Integritas yang telah dijalankan secara konsisten. "Seluruh tim harus memahami peran masing-masing, menguasai substansi enam area perubahan, serta mampu menjelaskan inovasi dan dampak nyata yang telah dirasakan masyarakat. Yang terpenting adalah menyampaikan fakta apa adanya dengan penuh keyakinan, karena seluruh proses yang kita bangun merupakan hasil kerja bersama," ujarnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, berharap seluruh tim tetap menjaga kekompakan, optimisme, dan semangat kolaborasi hingga tahapan penilaian nasional selesai. Menurutnya, pembangunan Zona Integritas bukan semata mengejar predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), melainkan komitmen untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, efektif, serta pelayanan publik yang semakin berkualitas. "Saya mengapresiasi dedikasi dan kerja keras seluruh Tim Zona Integritas yang telah bekerja tanpa mengenal lelah dalam menyiapkan setiap tahapan penilaian. Semoga ikhtiar yang dilakukan bersama menjadi ikhtiar terbaik untuk mengantarkan Kementerian Agama Kabupaten Sumenep meraih predikat WBK dan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan Kementerian Agama," pungkasnya.(Ss)