Kab. Sumenep (Humas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, menerima kunjungan kru TV One untuk wawancara khusus mengenai program ketahanan pangan berbasis pesantren, Senin (03/08) pukul 14.15 WIB di ruang Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep. Dalam kesempatan tersebut, Abdul Wasid memaparkan berbagai potensi usaha produktif yang dikembangkan pondok pesantren di Kabupaten Sumenep sebagai bentuk implementasi Asta Cita Presiden RI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Di antaranya, Pondok Pesantren Al Madinah Ganding yang mengelola lahan pertanian tanaman musiman, Pondok Pesantren Nurud Dhalam Dasuk dengan budidaya sayur dan buah, Pondok Pesantren Al Amin Putri yang mengembangkan peternakan kambing etawa penghasil susu serta pertanian hortikultura, Pondok Pesantren Al Hidayah Arjasa Kangean dengan sektor pertanian dan peternakan, Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Bluto melalui budidaya ikan lele, Pondok Pesantren Assafi'iyah Arjasa yang mengelola lahan pertanian seluas satu hektare, Pondok Pesantren Nurul Islam Bluto dengan pertanian hidroponik pakcoy dan selada, serta Pondok Pesantren Darul Ulum Batuputih yang mengembangkan usaha peternakan.
Abdul Wasid menjelaskan bahwa program ketahanan pangan di pesantren tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan konsumsi internal, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi, menanamkan jiwa kewirausahaan kepada para santri, serta menjadikan pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. "Pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat pendidikan sekaligus pemberdayaan ekonomi umat. Melalui usaha pertanian, peternakan, perikanan, dan hidroponik, para santri dibekali keterampilan hidup yang bermanfaat sehingga mampu menciptakan kemandirian dan memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional," ujarnya. Ia berharap semakin banyak pesantren yang mengembangkan unit usaha produktif sesuai potensi wilayahnya sehingga mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Abdul Wasid juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengasuh pesantren yang terus berinovasi dan berkomitmen mengembangkan sektor pangan. Menurutnya, sinergi pesantren, pemerintah, dan masyarakat merupakan modal penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat, sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang mandiri, produktif, dan berdampak bagi kesejahtraan umat. (Ss)