Arjasa, 3 Juni 2026 – Penyuluh Agama Islam KUA Arjasa, Yusqi Firdaus, memanfaatkan kesenian tradisional Hadrah sebagai media dakwah untuk mendekatkan generasi muda dengan nilai-nilai keislaman. Melalui pendekatan seni, para pemuda diajak menyalurkan bakat sekaligus memperkuat pemahaman agama dalam suasana yang menyenangkan.
Menurut Yusqi, Hadrah menjadi sarana efektif untuk membangun kecintaan terhadap Islam. Selain melantunkan selawat dan memainkan rebana, para peserta juga mendapatkan pembinaan karakter, bimbingan rohani, serta edukasi moderasi beragama.
“Pendekatan kultural seperti Hadrah mampu menyentuh aspek spiritual sekaligus menumbuhkan kebersamaan, disiplin, dan rasa cinta kepada ajaran Islam dengan cara yang lebih dekat dengan dunia remaja,” ujarnya.
Program ini mendapat apresiasi dari masyarakat dan orang tua karena dinilai mampu menjadi wadah positif bagi remaja di tengah tantangan era digital. Kepala KUA Arjasa, Ach. Syaiful, berharap metode penyuluhan kreatif melalui seni islami dapat terus dikembangkan untuk melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia, kreatif, dan bangga terhadap identitas keislamannya.
Kontributor: Akh. Firdaus