Sumenep, 5 Agustus 2026 - MAN Sumenep memperkuat pendidikan karakter melalui pembiasaan salam dan salim setiap pagi. Rabu (5/8), jajaran guru berdiri di pintu masuk madrasah untuk menyambut setiap murid dengan senyum, salam, dan jabat tangan sebelum kegiatan belajar dimulai.
Pembiasaan yang dilakukan usai murid memarkir kendaraan secara tertib itu menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai disiplin, kesantunan, dan rasa hormat sejak awal kedatangan di lingkungan madrasah. Interaksi hangat antara guru dan murid juga diharapkan menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif.
Kepala MAN Sumenep, Zaini Mukhsin, menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak cukup diajarkan di ruang kelas, tetapi harus diwujudkan melalui keteladanan. "Pendidikan karakter dimulai dari keteladanan yang konsisten. Saat guru menyambut murid dengan senyum dan ketulusan, kita sedang menanamkan sikap saling menghormati, rasa aman, dan energi positif untuk memulai kegiatan belajar," ujarnya.
Menurutnya, budaya salam dan salim menjadi salah satu ikhtiar madrasah membangun lingkungan pendidikan yang religius, ramah, dan berkarakter. Pembiasaan sederhana tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berakhlak mulia.
Kontributor: Heri