blog

Sumenep, 8 Oktober 2025 - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi Khatib Jum’at di Wilayah Kerja (Wilker) KUA Kecamatan Ganding, yang meliputi Kecamatan Lenteng, Ganding, dan Guluk-Guluk, pada Rabu (8/10).

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran khatib sebagai garda terdepan dakwah Islam di tengah masyarakat.

"Menjadi khatib bukan hanya soal menyampaikan ceramah. Ada syarat dan rukun yang harus dipenuhi, kefasihan membaca Al-Qur’an, memahami materi yang disampaikan, serta mampu menyesuaikan bahasa dan durasi dengan kondisi jamaah," ujar Abdul Wasid.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga performa dan konsistensi antara isi khutbah dan perilaku sehari-hari. “Seorang khatib itu menjadi cermin moral umat. Apa yang disampaikan di mimbar, harus sejalan dengan apa yang dilakukan setelahnya,” tambahnya.

Selain itu, Kepala Kemenag juga mengingatkan bahwa seorang khatib perlu memiliki keterampilan komunikasi yang baik agar pesan-pesan khutbah bisa tersampaikan secara efektif dan menyentuh hati jamaah. Ia pun menutup sambutannya dengan ajakan, “Niatkan menjadi khatib sebagai jalan dakwah, bukan sekadar rutinitas.”

Kegiatan peningkatan kompetensi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Santri Tahun 2025 yang digelar Kemenag Sumenep. Tak hanya di Ganding, pelatihan serupa juga akan dilaksanakan di total enam titik se-Kabupaten Sumenep, sebagai upaya membekali para khatib agar lebih siap dan profesional dalam menjalankan tugas keumatan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para khatib semakin memahami tanggung jawab dakwah yang diembannya, dan mampu menjadi panutan moral yang kokoh di tengah masyarakat.